Postingan kali ini nggak mutu banget. Tidak mood untuk menulis (i am a dead lazy

) tapi ada yang ingin dikatakan. Sebagai seorang perantau, saat ini aku "hanya" mampu menyewa sebuah kamar seluas 3x 4 meter di rumah seseorang di daerah Jakarta Selatan. Ok, aku tau harus beryukur atas semua yang berhasil aku dapatkan dan aku miliki pada saat ini. God bless me.
Hanya saja, aku merasa kamarku begitu penuh. Karena banyaknya barang yang aku punya atau karena kamarnya yang sempit? Pemilik rumah pernah mengatakan bahwa kalau jadi anak kost sih tidak enak kalau punya banyak barang. (perlu diketahui, aku memiliki "cerita" atau bisa dikatakan "masalah" dengan sang empunya rumah ini, mungkin akan aku tuliskan nanti).
Tapi bagaimana? I have life, or try to have a life. Hidup itu berkembang, dan pada suatu situasi bisa dilihat dari banyaknya barang yang seseorang punyai. Sangat aneh, kalau hidup terus berjalan tetapi tidak ada perubahan atau pertambahan dari apa yang kita miliki, baik secara fisik maupun non fisik (achievements, etc).
Kali ini aku membicarakan perubahan secara fisik. Sekali lagi aku patut bersyukur, karena bekerja di perusahaan yang bisa dibilang "generous" kepada karyawannya. Meskipun tidak dalam segala hal generous-nya. Dalam setahun sering sekali aku mendapat hadiah dari kantor, entah itu penghargaan atas LTI Free (Lost Time Injury Free/ perusahaan pertambangan selalu punya target ini) atau bonus produksi. Beberapa bulan lalu, aku mendapat hadiah; bukan satu tapi dua koper/ travel bag ukuran besar dan ukuran sedang. Sedangkan aku sudah memiliki satu koper yg aku beli sendiri. Jadi, ada tiga koper.
Dalam enam bulan, bisa dipastikan minimal satu kali aku mengikuti training yang dibiayai kantor, dan pulangnya selalu membawa seminar kit, dan souvenir dari penyelenggara. Tidak semua bisa dibawa ke kantor, so sisa2 barang aku bawa ke rumah. Bertumpuklah tas-tas dan beberapa block note itu. Ada banyak hadiah lain yang aku dapat; lentera kemping, jam meja, jam tangan, banyak T Shirt (yang memenuhi lemari kecilku), topi, beberapa boneka dan magnet oleh2 teman dari luar negeri, dll. Sementara itu kamar tentu saja harus dipenuhi dengan tempat tidur, lemari baju (kecil banget!), rak kosmetik dan makanan, meja TV (TV-nya tidak pernah aku tonton lagi karena rusak), meja kecil menaruh gelas minum, sementara itu diatas lemari baju bertumpuk dokumen-dokumen, koran Kompas, majalah-majalah, buku-buku, CD-CD, beberapa album foto. Aku bahkan tidak bisa membayangkan untuk membeli rak buku karena mau ditaro dimana? digantung. Aku juga harus membuka laptopku diatas kasur karena tidak ada meja.
Ooooooh, so Fuuuuuullllllllllllllll. I need Spaaaaaaaaaaaaaace.

.
Ingin rasanya mencari tempat lain yang lebih baik. Tapi ini Jakarta, dan aku tidak tahu harus memulai mencari darimana. Begitu banyak pertimbangan; jangan terlalu jauh dari kantor, jangan daerah macet, jangan daerah banjir, cari yang lingkungannya aman, cari yang penghuni lainnya "nice", cari yang lebih luas, cari yang induk semangnya nggak cerewet, cari yang tidak panas, dll.
Terlalu perfeksionis? Mungkin.
Harus mencari dimanaaaaaaaaaa?????????????